Pertemuan 1

SOSIOLOGI

Nama : Radit Ardistyawan Romzi
Nama Dosen : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom
MPU TANTULAR UNIVERSITY



PENGERTIAN ILMU SOSIOLOGI

 Ilmu Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan gejala sosial antar individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok.

Sejarah Lahirnya Sosiologi

Ilmu Sosiologi tidak lahir dengan sendirinya. Ada 2 peristiwa besar di dunia yang melatarbelakangi lahirnya Ilmu Sosiologi. Ya benar! Jawabannya, Revolusi Industri dan Revolusi PerancisHmm, apa sih hubungan mereka dengan Sosiologi?


1. Revolusi Industri

Revolusi ini terjadi di benua Eropa pada abad ke 18 yang ditandai dengan berkembangnya teknologi. Masyarakat yang semula bercocok tanam (agraris) beralih menggunakan teknologi mesin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2. Revolusi Perancis


Kedua, Revolusi Prancis. Revolusi ini mengubah sistem pemerintahan kerajaan menjadi republik. Hal ini disebabkan Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette yang sewenang-wenang. Saat itu, masyarakat Perancis dibagi menjadi 3 golongan. Golongan 3 diwajibkan untuk membayar pajak ke negara, sedangkan golongan 1 dan 2 dibebaskan dari pungutan tersebut. 


Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli




Ciri - Ciri Sosiologi

Siapa yang belum hafal ciri-ciri Ilmu Sosiologi? Sebagai ilmu pengetahuan, Sosiologi memiliki empat ciri, yaitu EmpirisTeoritisKumulatifNon Etis.

1. Empiris

Sosiologi memiliki ciri Empiris, artinya ilmu yang diperoleh berdasarkan observasi, sesuai akal sehat, sesuai fakta, serta tidak menghasilkan sesuatu yang bersifat spekulatif.

2. Teoritis

Sosiologi memiliki ciri Teoritis, artinya Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang selalu berusaha menyusun kesimpulan (abstraksi) dari hasil observasi. Abstraksi atau kesimpulan ini digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.

3. Kumulatif

Sosiologi juga memiliki ciri Kumulatif, artinya disusun atas teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori terdahulu.

4. Non Etis

Ciri Sosiologi yang terakhir, yaitu Non Etis, artinya tidak mempermasalahkan baik buruknya sesuatu, tetapi menganalisis sebab akibat dan menjelaskannya secara mendalam.


Hakikat Ilmu Sosiologi

Adapun hakikat Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dapat dijelaskan melalui 7 pembahasan berikut yaitu:

1. Sosiologi adalah Ilmu Sosial


   Sosiologi bukanlah ilmu alam atau kerohanian. Sosiologi merupakan bagian ilmu sosial yang membahas gejala-gejala pada masyarakat.

 2. Sosiologi adalah Ilmu Kategoris

    Sosiologi merupakan Ilmu Kategoris, bukan Normatif. Sosiologi meneliti hal-hal yang terjadi saat itu, bukan mengenai apa yang semestinya terjadi atau seharusnya terjadi.

 3. Sosiologi adalah Ilmu Murni dan Ilmu Terapan

  Dalam ilmu pengetahuan, posisi Ilmu Sosiologi sebagai Ilmu Murni digunakan untuk memperoleh pengetahuan melalui penelitian. Contoh: Gilang meneliti faktor terjadinya kenakalan remaja di kota Bandung.

  Disamping itu, Sosiologi sebagai Ilmu Terapan digunakan untuk memecahkan masalah praktis untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Contoh: Gilang menemukan upaya pencegahan kenakalan remaja di kota Bandung.

 4. Sosiologi adalah Ilmu Abstrak

  Sosiologi mengkaji bentuk-bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh.

 5. Sosiologi Menghasilkan Pola Umum

  Sosiologi meneliti dan mencari prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta sifat, bentuk, isi dan struktur masyarakat.

 6. Sosiologi adalah Ilmu Umum

 Sosiologi mempelajari gejala-gejala umum yang terjadi pada masyarakat.

 7. Sosiologi adalah Ilmu Rasional

 Hasil penelitian ilmu Sosiologi dapat diterima dengan akal sehat (logis).


Objek Kajian Sosiologi


Melihat pengertian, ciri, dan hakikatnya, sudah pasti objek kajian Ilmu Sosiologi adalah masyarakat itu sendiri, yang terdiri atas Objek Material dan Objek Formal. Berikut perbedaan dan contohnya:

1. Objek Material


Objek material dalam Sosiologi adalah gejala sosial atau fenomena yang tampak di kehidupan masyarakat. Sifatnya bisa positif atau negatif. Contoh gejala sosial positif seperti kesetaraan gender atau pemerataan akses pendidikan. Sedangkan contoh gejala sosial negatif seperti diskriminasi atau pernikahan di bawah umur.

 

2. Objek Formal 


Objek Formal dalam Sosiologi adalah hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan itu. Jika objek material Sosiologi berupa pernikahan di bawah umur, maka objek formalnya adalah manusia yang terlibat, penyebab, dan akibat dari pernikahan di bawah umur.


sumber: Brain Academy
sumber: Presentasi Zoom, Serepina Tiur Maida, 2024

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antropologi dalam Perspektif Interdisipliner: Relevansi dan Tantangannya

Antropologi dan Dinamika Sosial Budaya: Suatu Tinjauan Akademis

Memahami Struktur Sosial dan Simbolisme Budaya melalui Lensa Antropologi