PERTEMUAN 3


 

 Nama: Radit Ardistyawan Romzi

 Nama Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

 Fakultas: Hukum



KELOMPOK SOSIAL

DAN 

KEHIDUPAN MASYARAKAT



 

PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL

Kelompok sosial atau social group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal – balik yang saling mempengaruhi dan kesadaran untuk saling tolong – menolong.


SYARAT TERBENTUKNYA KELOMPOK SOSIAL

1. Adanya interaksi antar anggota

Adanya kelompok sosial untuk mewadahi interaksi anggotanya. Sebuah kelompok yang tidak memiliki interaksi tidak dapat dikatakan sebagai kelompok, melainkan hanya kumpulan individu.

2. Interdependen

Anggota satu dengan lainnya saling mempengaruhi perilaku dan sikap.

3. Kesadaran

Setiap anggota memiliki kesadaran akan keterlibatannya di dalam kelompok tersebut.

4. Adanya kesamaan

Adanya kesamaan, baik itu nasib, penderitaan, daerah, profesi, dan lainnya, dapat mempererat ikatan antar anggota.

5. Rasa menjadi bagian

Perasaan dan persepsi ini harus dimiliki oleh anggota dari kelompok sosial. Dengan merasa menjadi bagian kelompok, seseorang dapat merasakan manfaat adanya kelompok sosial.

6. Struktur

Adanya struktur akan menuntun anggota untuk melaksanakan peran dan tugasnya sebagai bagian dari kelompok sehingga keberadaan kelompok sosial dapat dirasakan.

PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL MENURUT PARA AHLI

1. Soerjono Soekanto

Profesor sosiologi dari Universitas Indonesia tersebut mendefinisikan kelompok sosial sebagai kesatuan-kesatuan atau himpunan manusia yang hidup berdampingan karena memiliki hubungan yang saling timbal balik dan saling mempengaruhi satu sama lain.

2. George Homans

Sosiolog asal Amerika Serikat ini mendefinisikan kelompok sosial sebagai kumpulan individu yang saling berinteraksi, melakukan kegiatan, dan memiliki perasaan yang mendorong untuk membentuk sesuatu yang terorganisir secara menyeluruh dan saling timbal balik.

3. Paul B. Horton dan Chester Chester L. Hunt

Kedua sosiolog ini mendefinisikan kelompok sosial sebagai sekumpulan manusia yang sadar akan keanggotaannya sebagai makhluk sosial kemudian saling berinteraksi satu sama lain.

Proses Terbentuknya Kelompok Sosial

1. Dorongan untuk bertahan hidup

Salah satu kebutuhan manusia adalah dengan bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan manusia untuk saling tolong menolong. Melakukan kegiatan ekonomi saja, manusia memerlukan manusia lainnya, baik sebagai produsen, distributor, ataupun konsumen.

2. Dorongan untuk meneruskan garis keturunan

Kebutuhan lain manusia yang tidak mungkin dapat dicapai oleh dirinya sendiri adalah memiliki garis keturunan. Untuk mempunyai keturunan, seseorang harus menikahi lawan jenisnya. Dari pernikahan tersebut akan terbentuk kelompok sosial kecil berupa keluarga.

3. Dorongan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan

Pekerjaan yang dilakukan seorang diri, terlebih tanpa pembagian tugas dan manajemen yang baik tentunya sangat melelahkan. Bayangkan saya misalnya dalam sebuah keluarga, seorang ibu harus mencari nafkah, membereskan urusan rumah tangga, mendidik anak, memasak, dan lain-lain dan semua itu dikerjakan sendiri, tentu melelahkan. Tidak adanya efektivitas, efisiensi, dan pembagian tugas dalam pekerjaan menyebabkan pekerjaan terasa sangat berat.

Hingga terbentuklah bermacam-macam kelompok sosial. Ada yang berdasarkan hobi. Ada yang berdasarkan cita-cita. Ada yang berdasarkan pemikiran. Bahkan ada yang berdasarkan kesamaan nasib. Mereka membentuk kelompok sosial untuk saling menguatkan satu sama lain. Karena pada dasarnya, manusia akan kesulitan untuk berjuang sendiri.

FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI KELOMPOK SOSIAL

Dari diri manusia, terdapat tiga faktor yang melatarbelakangi kita membentuk suatu kelompok:

  1. Adanya keyakinan bersama akan pentingnya pengelompokkan dan tujuan.
  2. Harapan yang dihayati anggota.
  3. Ideologi yang mengikat anggota.
JENIS KELOMPOK SOSIAL

Kelompok sosial adalah unit sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang melakukan interaksi sosial dan memiliki pembagian tugas, struktur, dan norma yang ada. Berikut adalah beberapa jenis dari kelompok sosial yang dapat kalian ketahui:

Adanya keyakinan bersama akan pentingnya pengelo
.


1. Kelompok Primer (Utama)

Suatu kelompok yang di dalamnya terjadi interaksi sosial yang para anggotanya saling mengenal dengan sangat dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan. Sedangkan menurut George Homans kelompok primer adalah sekelompok orang yang saling berhubungan secara teratur sehingga setiap orang dapat berkomunikasi secara langsung (tatap muka) tanpa perantara. Misalnya: keluarga, RT, teman bermain, kelompok gereja dan lain-lain.

2. Kelompok Sekunder

Organisasi sekunder biasanya mengandung hubungan intelektual, logis, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak dimaksudkan untuk memberikan kepuasan batin, tetapi mereka memiliki anggota karena mereka dapat memberikan alat berupa gaji atau penghargaan kepada anggotanya. Misalnya, organisasi adalah kontrak kerja sama antara pemberi kerja dan calon karyawan di mana mereka harus menyepakati gaji.

Jika interaksi sosial berlangsung secara tidak langsung, dari jarak jauh, dan sifatnya sedikit dari hubungan kekeluargaan. Hubungan yang tercipta umumnya lebih objektif. Misalnya: partai politik, serikat pekerja, dan organisasi lainnya.

3. Kelompok Formal

Kelompok formal/resmi adalah kelompok yang dibentuk oleh sekelompok orang/masyarakat dengan struktur yang terdefinisi dengan baik yang menjelaskan hubungan wewenang, kekuasaan, pertanggungjawaban, dan tanggung jawab, tugas, serta memiliki kekuatan hukum. Struktur saat ini juga menjelaskan bagaimana saluran terbentuk melalui mana komunikasi terjadi.

Dalam kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau acuan dasar (AD) yang berlaku, dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Anggotanya ditunjuk oleh organisasi. Contoh kelompok ini adalah semua asosiasi dengan AD/ART seperti: Sekolah, Universitas, Instansi Pemerintahan dll.

4. Kelompok Informal

Kelompok informal adalah kelompok yang muncul dalam kelompok formal. Bedanya, kelompok informal tidak menggunakan aturan yang mengikat. Contoh kelompok informal adalah kelompok bermain, belajar bersama, dan kelompok kerja. Pembentukan kelompok informal dilakukan atas dasar kesamaan antar anggota. Misalnya, kesamaan jenis pekerjaan, minat, jenis kelamin, asal daerah, suku, dan agama.

CIRI - CIRI KELOMPOK SOSIAL

  • Ada pola yang sama di antara individu. (mengarah pada interaksi atau kerja sama untuk mencapai tujuan yang sama)
  • Ada konsekuensi dari interaksi yang berbeda antara individu (konsekuensi bergantung pada preferensi dan keterampilan individu yang terlibat)
  • Ada penugasan dan pembentukan kelompok atau struktur organisasi yang jelas yang mencakup peran dan posisi setiap orang.
  • Ada penegasan norma-norma yang memandu perilaku anggota kelompok yang mengatur interaksi kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Contoh Kelompok Sosial

1. Panitia Program/Acara

Jenis kelompok ini termasuk kelompok sosial sekunder yang dikenakan pada anggotanya dan tidak berlaku untuk masyarakat secara keseluruhan.

2. Koperasi Desa

Koperasi desa adalah kelompok sosial formal dalam masyarakat. Kelompok ini berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan kesehatan bersama.

Selain itu, dalam koperasi desa kerajinan terdapat pembagian struktur dan tugas yang jelas sehingga setiap anggota dapat menjalankan peran sesuai dengan kedudukannya.

3. Gabungan RT/RW

Perkumpulan RT/RW merupakan salah satu contoh kelompok sosial dalam masyarakat. Kelompok sosial yang anggotanya merupakan bagian dari masyarakat desa.

4. Himpunan Mahasiswa

Himpunan mahasiswa  merupakan salah satu bentuk kelompok sosial dalam masyarakat yang ada di lingkungan kampus.

Tugas organisasi ini adalah memastikan semua elemen yang tergabung di himpunan tersebut dapat dengan mudah mencapai tujuannya masing-masing. Struktur himpunan mahasiswa biasanya meliputi ketua himpunan, wakil himpunan, kepala bidang, dan anggota bidang.

5. Alumni Sekolah

Agenda Alumni ini dapat memberikan akses kepada masyarakat kelas bawah dan membangun hubungan dalam bentuk jejaring sosial satu sama lain.


6. Grup wanita PKK

Kelompok ini merupakan kumpulan perempuan dari Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Setiap anggota memiliki tujuan yang sama, yaitu kebahagiaan keluarga. Para ibu berkumpul untuk berbagi kiat, berbagi informasi, bekerja bersama, dan banyak lagi. untuk mencapai tujuan ini.

7. Komunitas

Asosiasi itu disebut gemeinschaft. Kelompok sosial ini merupakan kelompok sosial yang memiliki ikatan yang erat, akrab dan harmonis pada setiap anggotanya. Mereka memiliki ikatan dan hubungan yang berlangsung bersifat informal.

8. Patembayan (gesellschaft)

Patembayan adalah penghubung fisik utama untuk waktu yang singkat, bersifat imajiner dan memiliki struktur mekanis seperti yang terdapat pada mesin. Patembayan hanyalah wujud dalam ruh. Misalnya, hubungan antara pedagang, organisasi di pabrik, dll.

Alasan terciptanya kelompok sosial

Dengan interaksi ini, mereka berkumpul dan merasakan frekuensinya. Kemudian mereka akan membentuk kelompok dan kemudian membuat aktivitas di dalamnya.

Jadi, semakin lama seseorang berinteraksi, maka hubungan mereka akan semakin kuat. Ini seperti Anda dan sahabat Anda, sobat grameds.

Karena seiring berjalannya waktu hubungan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda akan menemukan kejenuhan jika tidak memiliki tujuan maka dari itu sebuah kelompok sosial tercipta untuk menyalurkan kegiatan, gagasan, ide kreatif, hobi dll untuk dikumpulkan demi tujuan bersama yang positif dan menguntungkan.

Kesimpulan

Sekian pembahasan singkat mengenai pengertian kelompok sosial. Pembahasan kali ini tidak hanya membahas pengertian kelompok sosial saja tapi juga membahas mengenai jenis, fungsi, ciri-ciri serta contoh dari beberapa kelompok sosial yang ada.

Memahami pengertian dari kelompok sosial dapat memberikan kita edukasi bahwa setiap manusia membutuhkan manusia lain dalam menemukan jati diri dan menyalurkan kegiatan mereka. Dengan adanya kelompok sosial setiap individu tidak perlu takut sendirian dalam menyalurkan bakat mereak karena bersama kelompok mereka akan berusaha mencapai tujuan bersama sesuai visi kelompok mereka masing-masing.




Sumber: Gramedia.com

Presentasi Zoom, Serepina Tiur Maida, 2024






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antropologi dalam Perspektif Interdisipliner: Relevansi dan Tantangannya

Antropologi dan Dinamika Sosial Budaya: Suatu Tinjauan Akademis

Memahami Struktur Sosial dan Simbolisme Budaya melalui Lensa Antropologi